Ragam  

Desas Desus Gugatan Perceraian Ambu, Ade Abu: Jadi Pemimpin itu Jangan Sombong dan Jangan Terlalu Angkuh

PURWAKARTA | Desas desus kabar Gugatan Ambu Anne Ratna Mustika kepada suaminya yaitu Dedi Mulyadi yang sama sama merupakan sosok seorang figur publik kini menjadi topik perbincangan hangat di kalangan pejabat maupun masyarakat luas khususnya warga masyarakat Purwakarta.

Ambu Anne Ratna Mustika adalah seorang pejabat publik yang saat ini masih mengemban amanah sebagai Bupati Purwakarta sedangkan Kang Dedi Mulyadi merupakan pejabat yang mana dia duduk sebagai anggota DPR RI.

Banyak nya kabar miring di luaran tentang desas desus kedua pejabat publik itu hingga di isukan bahwa gugatan perceraian yang dilakukan ambu disatupadukan dengan urusan politik.

Salah satu pensiunan Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta R. Ade Abu Hanifah menyampaikan bahwa perkara gugatan perceraian itu benar adanya. Bahwa itu bukan sinetron tapi benar adanya gugatan tersebut.

“Sepertinya ambu besar cemburunya kepada kang Dedi, namun ambunya malah seperti disengaja seperti yang sudah sudah dulu hingga urusan nya hingga ke Polda,” jelas Ade Abu.

Dirinya berkata ini hanya saran bahwa perceraian itu dibolehkan namun yang sangat dibenci Allah. “Bilamana seorang istri menceraikan suami tanpa ada sebab permasalahan maka istri tersebut tidak akan mencium wangi surga apalagi melihat surganya,” ungkap Ade Abu.

“Kalau ada masalah lebih baik musyawarah dengan suami daripada dengan orang orang yang tidak baik, karena biasanya kalau ada konflik rumah tangga sifat setannya kuat. Bagaimanapun dia adalah ibu dari seorang anak anaknya, tidak mungkin akan menjerumuskan,” cetusnya.

Menyikapi permasalahan itu di antara keduanya harus saling menyadari, Ambunya mengalah kang Dedi juga harus mengalah, tapi kalau dilihat dari tipe sepertinya kang Dedi bisa mengalah namun ambunya jangan terlalu ego.

Baca Juga  Pemasangan Jalur Kabel Listrik Yang Merugikan Pemilik Toko, Manajer PLN Tegaskan Itu Bukan Pihaknya Melainkan Pihak Nimo Water Forest 

“Jadi pemimpin itu jangan sombong dan jangan terlalu angkuh. Hasil jadi bupati itu berkat siapa kalau bukan berkat suaminya,” ucap Ade Abu kepada awak media, sambil menghisap rokok dengan tatapan penuh keheranan.

Dirinya pun berkata sangat menyayangkan bila terjadi perpisahan, namun itu kembali lagi kepada urusannya kalau mau pisah, namun jangan sampai mengarah kepada anak anak. Anak anak bebaskan jangan sampai dilarang untuk menemui orang tuanya.

“Sudut pandang sebagai lelaki sebetulnya kesal kalau digugat cerai. Kalau untuk urusan agama saya tegaskan yang salah tetap salah yang benar ya tetap benar,” pungkas R. Ade Abu Hanifah. Selasa (18/10/2022). (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *