Ragam  

Dugaan Indikasi Apriori Terhadap Salah Seorang Balon Bupati, M Yasin: Perilaku Tidak Dewasanya Pimpinan Parpol

PURWAKARTA | Gelaran Pesta Demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, dibukanya pendaftaran Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati menuai kritikan pedas.

Agus M. Yasin, Pengamat Politik Purwakarta kritik soal dibukanya Pendaftaran Penjaringan Balonbup dan Balon Wabup oleh Partai Politik (Parpol). Menurutnya, Etika politik seorang pimpinan parpol dalam kepatutannya haruslah mencerminkan kelapangan sikap.

Terlepas apapun alasannya dan apa yang menjadikan ganjalan ketika dihadapkan pada tanggung jawab secara normatif tanggalkanlah egosentris yang bersemayam dalam pikiran sebagai pemilik kekuasaan partai.

Berangkat dari itu serta mencermati pemberitaan awal yang dirilis sebuah media online sebelumnya. Dijelaskan Agus M. Yasin, dimana seorang Ketua Parpol menyatakan telah menerima berkas Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, semenjak dibuka pendaftaran penjaringan sampai hari terakhir hari ini sebanyak Lima Orang.

Padahal faktanya yang mendaftar sebanyak enam orang, berarti salah seorang pendaftar secara tidak langsung telah dieliminir.

“Entah apa yang dimaksudkan apakah ada kekhilafan atau faktor kesengajaan, karena sesuatu hal yang mengganggu perasaannya,” tegas Agus M. Yasin. Selasa (23/4/2024)

M. Yasin mengatakan, bahwa dugaan itu dikuatkan dari cara penerimaannya. Dimana lima dari enam pendaftar diterima langsung oleh sang Ketua Partai. Sementara saat Ivan Kuntara daftar dia tidak menerima langsung dengan alasan yang patut dicurigai kebenarannya.

“Ini sebuah perilaku yang kurang elok, adapun kalau memang benar alasannya. Etisnya dia memberitahu sebelum Ivan Kuntara datang mendaftar, bukan sebaliknya setelah mendaftar karena dipertanyakan,” ungkap M Yasin.

Dan timbul juga keanehan, lanjutnya, ketika muncul pemberitaan dan opini kritis secara publik terkait Nota Kesepakatan Parpol tiba-tiba melalui media online lainnya menyatakan telah terjaring sebanyak enam orang kandidat datang mendaftarkan diri.

Baca Juga  BELA PURWAKARTA Merekomendasikan Jalan Dalem SHOLAWAT dan MUSEUM Syekh Baing Yusuf

“Ini kelucuan apa yang diungkapkan ?” sindirnya.

Menurutnya, sah-sah saja mengelak dengan alasan yang orang tidak tahu di balik sesungguhnya. Namun jika irisannya ada sesuatu yang sempat mengganggu pikiran karena dugaan sesuatu pula yang dijadikan catatan pribadi tidaklah dewasa untuk dilakukan, mengingat harus dipisahkan antara etika politik dengan represi pribadi.

Perlu dipahami, jika perilaku itu ada kecenderungan ketidaksukaan secara pribadi dan secara tidak langsung pula terindikasi upaya pengeliminiran, karena dipicu persoalan yang kurang beralasan.

Maka, sangatlah ironis sama saja dengan upaya membunuh karakter seseorang. Untuk berpartisipasi menunaikan hak politiknya yang dilindungi Undang Undang untuk turut menjadi bagian dalam penjaringan Balonbup dan Balon Wabup pada Pilkada Purwakarta 2024 di partai tersebut.

Apabila nuansanya lain, lanjut M. Yasin, serta memiliki muatan yang mengarah pada “like or dislike” tentu hal itu patut ditelisik akar permasalahannya.

“Intinya, dugaan apriori terhadap salah seorang Balonbup dengan cara yang kurang elegan. Bukti ketidak dewasaan seorang pimpinan parpol yang semestinya berlaku adil serta melepaskan segala pikiran kerdil yang disandingkan dengan kepentingan politik sesaat,” pungkas Agus M. Yasin. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *