Ragam  

Insiden Penolakan Pasien Yang Berujung Kematian, Plt Dirut RSUD Bayu Asih Purwakarta Harus Segera Diganti

PURWAKARTA | Rumah Sakit Bayu Asih (RSBA) Kabupaten Purwakarta kini menjadi sorotan publik setelah terjadi insiden penolakan seorang pasien yang berujung kematian pada pasien tersebut.

Kejadian tersebut sontak menarik perhatian Agus M. Yasin selaku pengamat Kebijakan Purwakarta. Menurutnya apapun alasannya, persoalan prosedur jangan diperdebatkan untuk tindakan cepat penyelamatan nyawa korban bagi Rumah Sakit.

Jadi kalau alasannya hanya sekedar pembelaan diri, sebagaimana diungkapkan dalam klasifikasi yang disampaikan Plt Dirut RSUD Bayu Asih, mencerminkan sikap yang kurang profesional dan tidak memahami prinsip serta tujuan khusus adanya Rumah Sakit.

“Janganlah bicara dengan kepandiran, yang pada akhirnya memicu reaksi kritis publik. Sebagai BLUD RSUD Bayu Asih punya kewajiban memberikan pelayanan yang komprehensif terhadap masyarakat demi menyelamatkan nyawa korban yang utama, prosedur itu bisa diperbaiki setelahnya,” jelasnya

Dengan kejadian peristiwa seperti ini, dan peristiwa-peristiwa sebelumnya, menunjukkan perlunya pengawasan dan pembenahan RSUD Bayu Asih secara baik, termasuk menempatkan orang yang kapabel menjadi Pejabat Pelaksana Tugasnya.

Ini penting, lanjut Agus M. Yasin, karena diisi oleh orang yang kurang tepat, maka tidakkah mustahil, keputusan dan kebijakannya kerap menjadi blunder.

Terkait pengabaian dalam tindakan medis, khususnya untuk memberikan pertolongan pertama. Jelas mengacu pada UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, RS dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dan atau Pasal 85 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Terhadap hal tersebut di atas, guna tidak menimbulkan persoalan lebih meluas serta untuk lebih optimalnya pengelolaan RSUD Bayu Asih, sebagai Badan Layanan Umum Daerah yang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses, kualitas, dan kesetaraan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga  Al-qur'an Bentengi Para Remaja di Wilayah Perbatasan Purwakarta, Karawang, Bogor, Cianjur

“Pj Bupati selaku pejabat pemerintahan di atasnya yang memberikan mandat, harus segera mengoreksi dan mengevaluasi kompetensi dan kinerja Plt Dirut RSUD Bayu Asih Purwakarta,” ungkap Agus M. Yasin, Selasa (16/4/2023).

Konkritnya, agar tidak munculnya dugaan “conflict of interest”. “Sebaiknya segera ada upaya dan tindakan yang sesuai dengan kepatutan, serta harus segera mengganti Plt Dirut RSUD Bayu Asih demi kredibilitas daera,” paparnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *