Ragam  

Longgar Pengawasan Anak Didik SMKN 3 Linggabuana Purwakarta Nongkrong Sambil Merokok, Begini Penjelasan Pihak Sekolah

PURWAKARTA | Kurang lebih sebanyak 10 pelajar di Purwakarta kedapatan sedang asyik nongkrong di salah satu area warung situ cigangsa sambil merokok saat jam pelajaran sekolah.

Hal ini menjadikan sebuah PR bagi Stakeholder terkait dan pihak Sekolah hingga para Orang Tua bila tidak disikapi dengan serius akan berdampak menjadi virus terhadap siswa yang lain.

Pada sejumlah siswa tersebut menunjukkan ketidak pantasan sebagai seorang pelajar melakukan nongkrong sambil merokok pada waktu jam sekolah.

Diketahui, pada hari Senin (26/2/2024) pukul 08.00 pagi, sejumlah siswa tersebut dari sekolah SMKN 3 Linggabuana Purwakarta terlihat asyik nongkrong ngopi sambil merokok. 

Menyikapi hal tersebut pihak sekolah akan memberikan sanksi teguran peringatan secara lisan kepada para siswa.

“Sebagai pihak sekolah kita ada SOP-nya. Jadi walaupun ada sanksinya kami akan lakukan teguran secara lisan terlebih dulu dan kalau misal nanti ada kejadian seperti ini lagi biasanya akan melibatkan wali kelas dan guru BK (Bimbingan Konseling),” jelas Nani selaku Wakil Sekolah Bidang Hubin dan Humas SMKN 3 Linggabuana Purwakarta.

Dijelaskan juga oleh Nani, adanya siswa sedang nongkrong pada waktu jam sekolah, mungkin mereka sedang menunggu jam giliran, bukan izin ataupun bolos sekolah.

“Sekarang itu sedang ada Uji Kompetensi jadi gantian. Mungkin saja mereka janjian dan menunggu giliran, ngumpul di satu tempat itu,” ungkapnya, Rabu (28/2/2024)

Disinggung sejauh mana soal pembinaan, Joko selaku Bidang Kesiswaan menegaskan disekolah sejauh ini Pembinaan dan Peraturan dijalankan sesuai dengan peraturan yang ada, hanya saja itu dilakukan diruang lingkup sekolah.

“Nah saat seperti ini terjadinya di luar sekolah kami tidak tahu, sedangkan tugas guru kan di lingkungan sekolah. Bila terjadi di sekolah mungkin kami akan berikan peringatan langsung,” tegasnya 

Baca Juga  Maju Bacaleg Partai Perindo, Bagja Jaya Dilaga Optimis Raih Kursi di DPRD Kabupaten Purwakarta

Makanya ada istilah, lanjut Joko, saat di sekolah orang tuanya anak-anak, ya guru.  Sedangkan saat di luar lingkungan sekolah sudah milik masyarakat dan orang tuanya sendiri karena guru tidak bisa full 24 jam dalam mengawasi anak.

Pihak sekolah juga berharap, orang tua atau masyarakat untuk bisa ikut berperan aktif dalam mengawasi anak-anak sekolah karena kami selaku guru tidak mungkin harus mengawasi dalam 24 jam. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *