Ragam  

Tidak Elok Bila Pejabat Umbar Aib Melalui Media Massa, Bupati Purwakarta Harus Tau Ini

PURWAKARTA | Beredar kabar kurang sedap di dengar atau tepatnya tidak elok diungkapkan seorang tokoh atau pejabat publik. Seperti yang diungkapkan orang nomor satu di Purwakarta Anne Ratna Mustika yang saat ini menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Sebelumnya Anne Ratna Mustika menggugat cerai suaminya yaitu Dedi Mulyadi yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI. Anne menggugat cerai Dedi Mulyadi hingga sudah masuk proses sidang ke-3.

Namun akhir akhir ini Publik dibuat heboh oleh orang nomor satu di Purwakarta itu melalui statemennya. Anne berani lantang mengumbar Aib seorang suami melalui media massa beberapa hari lalu.

Dikatakannya, bahwa Kang Dedi Mulyadi sudah 3 tahun lebih tidak memberikan nafkah lahir dan batin sebagaimana kewajibannya sebagai suami terhadap istrinya.

“Saya ingin Kang Dedi Mulyadi berbicara jujur, sudah berapa tahun tidak memberikan nafkah lahir dan batin,” ujar dalam kutipan media massa yang saat ini beredar.

Padahal menurut syariat islam itu dilarang melontarkan atau mengumbar umbar kalimat yang terkesan menjelekan suami sekalipun sudah bercerai dan menyandang status duda.

Larangan menceritakan aib pasangan telah dijelaskan pada sumber pokok ajaran islam, yakni Al Quran dan Hadis.

Sebagaimana firman Allah SWT: “… mereka (istri-istrimu) merupakan pakaian bagimu dan kamu merupakan pakaian bagi mereka….” (QS Al-Baqarah : 187)

Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa pasangan diibaratkan pakaian, yang sepatutnya bertugas untuk saling menutupi dan saling menjaga.

Jika istri membuka aib pasangannya, sama saja dia sedang menelanjangi diri.

Istri shalihah harus tetap menjaga aib suami, sebagai bagian dari menjalankan rumah tangga yang sakinah mawadah wa rahmah.

Fungsi suami istri sebagai pakaian yang saling melindungi kala hujan, meneduhkan saat panas, menjaga kehormatan.

Baca Juga  Pimpinan Ponpes Ashabul Ahmar Ustadz Rivan Ucapkan Terimakasih Untuk Para Donatur

Selain itu, penting juga untuk menutupi hal-hal yang terlarang untuk diketahui orang lain. Tidak menceritakan aib pasangan merupakan salah satu cara untuk menjaga hubungan yang baik.

Dikatakan juga dalam hadis dari Abu Sa’id al-Khudriy berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling jelek kedudukannya di hari kiamat adalah seorang laki-laki (suami) yang bercampur (bersetubuh) dengan istrinya, kemudian membeberkan rahasia istrinya tersebut.” (HR Muslim)

Larangan membuka aib suami dalam Islam ini juga didukung oleh hadits lain saat Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba menutupi (aib) seorang hamba (yang lain) di dunia melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (HR Muslim)

Menyikapi soal itu, Pemerhati Budaya Sunda R.Samsuri angkat bicara menurutnya sebagaimana yang sudah di terangkan dalam Al Quran dan Hadist itu benar. bagaimanapun kesalahan suami sekalipun sudah mantan itu tidak boleh di umbar.

“Miris kalau ada pasangan suami istri yang akan berakhir diselimuti dengan rasa kebencian, mengumbar kesana kemari seakan mencari pembenaran padahal manusia tidak akan luput dari kesalahan,” jelas R. Samsuri, Sabtu (5/11/2022).

Apalagi ini seorang pejabat publik, sambung Samsuri, yang seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat luas, namun malah sebaliknya mengumbar urusan pribadi melalui media massa.

“Kalau mau diakhiri ya Jangan memberikan contoh seperti itu terkesan mencerminkan akhlak kurang bagus. Jangan membawa atas nama syariat islam kalau pada akhirnya hanya menyakiti makhluk ciptaan Allah yang lain, karena islam itu Rahmatan Lil Alamin,” ungkap R. Samsuri

Menurutnya bagaimanapun kesalahan suami ataupun istri harus bisa saling menutupi karena pernah hidup bersama, apalagi memiliki buah hati yang masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tua sekalipun kandas di tengah jalan.

Baca Juga  Razia Manual Kembali Digelar, Petugas (P3DW) Purwakarta Enggan Diwawancarai Awak Media, Ada Apa?

“Kalau mau sudah ya sudah jangan umbar kejelekan, ingat tangan kanan memberi tangan kiri jangan mengetahuinya, walau diri merasakan perih namun jangan sampai diketahui orang lain apalagi di medsos,” terang R. Samsuri

Seharusnya saling menyadari introspeksi diri bahwa ada keturunan yang mesti dijaga kehormatannya. Anak jangan menjadi korban atas keretakan kedua orang tua.

“Jelas, bila wanita paham syariat tentu tidak akan demikian dan sebaliknya lelaki pun. Intinya masalah bisa dibicarakan tanpa harus menjelekan, karena manusia tempatnya salah dan khilaf,” pungkas R.Samsuri selaku pemerhati Budaya Sunda. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *