Anggota DPRK Aceh Timur Yahya YS Berang: Kinerja BPJN dan Rekanan Sangat Bobrok dan Asal Asalan

ACEH TIMUR | Sejumlah lubang pada ruas badan jalan lintasan Banda Aceh-Medan di Kabupaten Aceh Timur ancam keselamatan pengguna jalan, Anggota DPRK Aceh Timur berang terhadap pelaksana pemeliharaan dibawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Aceh.

“Banyak lubang pada badan jalan lintas nasional yang mengancam keselamatan pengguna jalan, Anggota Fraksi PA DPRK Aceh Timur pertanyakan peran dan kinerja BPJN Wilayah Aceh dan perusahaan pemenang kontrak pemeliharaan jalan,” kata Yahya BKY, Selesa (26/10) kepada awak media.

Yahya menilai, “Banyak titik lubang pada badan jalan, yang dapat menyebabkan Laka Lantas terhadap penggunaan, jadi sejauh mana peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga pemeliharaan jalan,” cetus Yahya Boh Kaye sapaan akrab M.Yahya Ys.

Anehnya kata Yahya Ys, proses pekerjaan pemeliharaan jalan terlihat tidak layak serta laporan masyarakat terkesan asal-asalan dan sangat bobrok.

Pekerjaan sangat buruk dan asal asalan, baru dua bulan di tambal aspal berlubang, sudah berlubang lagi di lubang yang sama, cetus Yahya BKY kepada Media ini di sebuah Cafe di Idi Rayeuk

Yahya Ys mengungkapkan, seperti terlihat pada ruas jalan dua arah depan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, setelah di gali aspal jalan, satu atau dua minggu kemudian baru ditambal dengan aspal.

“Setelah di gali aspal dengan ukuran bervariasi, dua minggu kemudian baru ditambal dengan aspal, ini kan kerja asal-asalan,” tuding politisi Partai Aceh dapil Idi Rayeuk.

Lanjutnya, akibat di gali aspal, sangat mengganggu para pengguna jalan, bahkan ada terjatuh akibat ban sepeda motor terperosok lubang.

Setelah di gali, dua minggu kemudian baru ditambal dengan aspal, akibat nya ada beberapa pengendara kendaraan sempat jatuh, termasuk ibu -ibu yang terperosok lubang jalan, sebut Yahya BKY.

Baca Juga  Babinsa Blang Guci Bantu Panen Padi Petani

Hal yang sama juga terjadi di beberapa sambungan jembatan seperti pada jembatan Perbatasan Aceh Utara Aceh Timur, jembatan Peureulak dan lainnya.

Ia minta pihak BPJN Aceh dan kontraktor becus dalam melaksanakan pekerjaan pemeliharaan jalan

“Tambal aspal jangan asal asalan, ini sangat meresahkan masyarakat dan pengguna jalan, kita minta BPJN dan rekanan untuk lebih baik kinerja nya,” harap Yahya BKY

Hal senada juga disampaikan oleh Sarifah, warga Titi Baroe merasa heran kok jalan Lintas Nasional seperti jalan antar desa, hampir tiap hari ada saja korban jatuh akibat masuk lobang.

“Jadi saya berharap kepada Bapak Pj Gubernur Aceh agar dapat segera memperbaiki jalan lintas nasional, masak di aceh uang berlimpah tapi jalan macam euk lemoe.. (taik lembu) begitu hujan sudah berlobang,” ujar Sarifah.

Media ini mencoba mendapatkan akses dengan pejabat BPJN Aceh maupun pihak rekanan untuk meminta konfirmasi terkait sorotan pemeliharaan/rehab jalan lintas nasional yang dinilai bobrok dan asal asalan.

Namun sampai berita ini diturunkan belum mendapatkan nama dan nomor kontak pihak BPJN dan nama rekanan pekerjaan pemeliharaan jalan nasional.

Pihak media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak terkait mengenai pemeliharaan badan jalan lintas nasional tersebut. (zain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *