Purwakarta Blunder Soal Kebijakan Covid-19, Entah Siapa Yang Salah Ku Tak Tau

PURWAKARTA | Akhir akhir ini di Purwakarta seakan di buat bingung dengan diterapkannya kebijakan soal Pandemi Covid-19. Pasalnya, ada yang menggelar acara dan ada juga yang gencar sosialisasi protokol kesehatan pada masa level satu ini.

Seperti dalam keterangan Press Release, Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain beberapa hari ini terus gencarkan himbauan kepada masyarakat Purwakarta melalui anggotanya soal kedisiplinan protokol kesehatan, karena masa pandemi belum usai.

“Era normal baru setelah pandemi Covid-19 melanda sejak 2 tahun silam, sudah mulai berjalan. Namun demikian, bukan berarti ancaman penularan Covid-19 sudah usai,” papar dalam keterangan Press Release pada 15 Agustus 2022.

Untuk itu, lebih lanjut, Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta gencar mengingatkan masyarakat untuk edukasi dan disiplin protokol kesehatan. Jelasnya.

Sementara di sisi lain, Kepala BKAD Pemerintah Purwakarta menggelar acara Panjat Pinang di lapang depan kantor Desa Citalang, pada Selasa (16/8), dalam memperingati dan memeriahkan hari Jadi Purwakarta.

Ditempat, Nurcahya selaku Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan kebahagiannya, “Alhamdulillah kegiatan kita ini berjalan lancar. Sekarang kita sudah di level satu dan saat ya kita bangkitkan dengan momen ini kita jadikan sebuah momen awal memulihkan dan membangkitkan lagi masyarakat Purwakarta,” katanya.

Disinggung soal Prokes ia menjelaskan bahwa itu kembali lagi kepada masyarakatnya, “Prokes sudah kita himbau semua untuk menjaga protokol kesehatan masing masing, cuman kan kembali ke masing masing masyarakat ya ada menggunakan ada yang tidak,” katanya.

Lebih jelas Nurcahya pun berkata bahwa acara ini sudah mendapatkan izin, “Kegiatan ini juga sudah ada izin Kapolres Purwakarta dan juga izin dari Satgas Covid-19. Jadi kegiatan ini sudah diizinkan dan sponsor pun banyak,” ucapnya.

Baca Juga  Direksi PDAM Gapura Tirta Rahayu Purwakarta Ganti, Terkesan Ada Permufakatan Jahat

Dengan begitu Nurcahya tidak memperhatikan secara maksimal sebagai panitia penyelenggara di acara tersebut. Terlebih BKAD adalah badan pemerintah Purwakarta, namun tanpa memperhatikan ke sisi lain, terkesan masa bodo dengan kedisiplinan prokes saat acara berlangsung.

Dalam pemantauan awak media terlihat banyak kelalaian soal prokes dalam acara tersebut, dari mulai OPD hingga masyarakat yang tidak menggunakan prokes seakan himbauan dari Resort Kepolisian Polres Purwakarta diabaikan.

Tentu acara tersebut membuat salah satu pengamat politik di Purwakarta angkat bicara, “Purwakarta sungguh luar biasa ada yang sibuk dengan sosialisasi hingga edukasi prokes ada juga yang bersenang senang dengan merayakan acara,” kata Agus Yasin. Rabu 17 Agustus 2022.

Lebih jelas Agus berkata, kalau seandainya nanti seusai acara menjadi sebuah cluster baru wabah Covid-19 lantas siapa nanti yang akan bertanggung jawab? jangan nanti masyarakat lagi yang disalahkan!

“Hello, inikah yang dinamakan Purwakarta Istimewa. Ingat masyarakat bukan tester untuk ajang percontohan pada masa level satu ini, ketika nanti muncul lagi wabah masyarakat jangan dipaksa untuk ikut bertanggung jawab, harus ini lah itu lah soal aturan kebijakan Covid-19,” pungkas Agus Yasin. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *