Patut Diduga Ada Upaya PEMBOIKOTAN Agenda Rapat PARIPURNA di Balik Mangkirnya ANGGOTA DPRD

PURWAKARTA | Agus Yasin, Pemerhati Purwakarta menanggapi ketidak hadiran para Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, pada ​Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Purwakarta ke-191 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke 54, pada Rabu, 20 Juli 2022.

Selain itu bertepatan juga dengan Rapat Paripurna Pembahasan Raperda Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Purwakarta Tahun 2022-2052 dan Raperda Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, pada Kamis tanggal 21 Juli 2022.

Menyikapi hal itu, kata Agus Yasin sangat disayangkan, dan terkesan ada upaya pemboikotan agenda persidangan DPRD.

”Ini bukti bahwa para wakil rakyat itu sudah mengingkari fungsi, tugas dan wewenang sebagaimana diamanatkan dalam ketentuan perundang undangan, sisi lainnya juga secara sengaja telah melanggar sumpah jabatan yang pernah diucapkan di bawah Kitab Suci Al Qur’an,” ucap Agus.

Agus menjelaskan, Harusnya para Anggota DPRD yang tidak hadir dalam kedua agenda Rapat Paripurna yang digelar kemarin dan hari ini, menyadari akan kewajiban dan memberikan contoh sebagai orang yang terpilih mewakili rakyat Purwakarta dari berbagai daerah pemilihan. Bukan sebaliknya malah tidak bisa menjaga dan memelihara perasaan rakyat yang diwakilinya.

Menurutnya, yang paling mengecewakan lagi pada saat Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Purwakarta, bahkan salah satu partai beranggota besar hanya 4 orang yang hadir dan hari ini katanya tanpa satupun yang hadir.

“Inikah yang disebut orang orang pilihan terbaik Purwakarta. ?,” jelas Agus pada Kamis,(21/7/2022).

Dan inilah gambaran bahwa sesungguhnya jangankan memperjuangkan kepentingan rakyat, untuk menunaikan kewajiban yang diamanatkan aturan perundang undangan yang muaranya bagi kepentingan itu sendiri sepertinya diabaikan secara sengaja.

Persoalan seperti ini harus jadi catatan bagi rakyat Purwakarta, bahwa figur figur Anggota DPRD yang seperti itu rasanya tidak pantas lagi untuk dipercaya pada tahun 2024. Karena selain tidak mampu berorientasi dengan fungsi, tugas dan wewenangnya. Secara jelas mencederai perasaan masyarakat Purwakarta khususnya terkait dengan agenda Hari Jadi Purwakarta.

Baca Juga  Jelang Tahun Pemilu Pentolan Partai Politik Purwakarta Berkumpul, Ada Apa?

“Saya pikir kalau sudah tidak menghargai jasa para pendiri Purwakarta dan sudah merasa tidak peduli lagi dengan Purwakarta. Silahkan tinggalkan daerah tercinta ini, agar arwah para sesepuh pendiri Purwakarta tidak menangis di alam kubur,” terang Agus. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *