Tidak Tanggung Tanggung 24 Orang Penyalahgunaan Narkoba Berhasil Diamankan Pihak Polres Indramayu

INDRAMAYU | Satres Narkoba Polres Indramayu terus berupaya dalam melakukan pengungkapan kasus Narkotika guna meminimalisir penyalahgunaan barang haram di wilayah Kabupaten Indramayu. Jumat, (24/06/22).

Pihak kepolisian Polres Indramayu, yang dipimpin AKBP Lukman Syarif, melalui Kasatres Narkoba AKP Herry Nurcahyo, S.H. dalam tiga bulan terakhir ini berhasil mengungkap 20 kasus penyalahgunaan narkoba yang tersebar di 13 kecamatan wilayah kabupaten Indramayu.

Dalam Konferensi Persnya menjelaskan, ada beberapa titik di wilayah Indramayu dari tiap kecamatan – kecamatan yang disinyalir menjadi tempat sarang atau beredarnya narkoba, diantaranya: -Kecamatan Indramayu
-Kecamatan Silyeg
-Kecamatan Karangampel
-Kecamatan Jatibarang
-Kecamatan Terisi
-Kecamatan Patrol
-Kecamatan Sukra
-Kecamatan Arahan
-Kecamatan Kroya
-Kecamatan Krangkeng
-Kecamatan Kedokan Bunder
-Kecamatan Haurgeulis

“Modus yang dilakukan tersangka dalam peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Indramayu masih menggunakan modus lama, yaitu peredaran sistem tempel atau peta dan Jastip. Untuk peredaran obat keras dilakukan dengan transaksi langsung,” terang Kapolres Indramayu melalui Kasat Res Narkoba AKP. Herry Nurcahyo,S.H.

Lebih jelas Hery mengungkapkan, bahwa peredaran narkoba di wilayahnya sudah sangat mengkhawatirkan, karena menjadi sasaran peredaran yang sudah tidak melihat dari golongan mana dan siapa.

“Saya akan menindak tegas dan akan terus melakukan upaya agar peredaran narkoba di wilayah Indramayu hilang sama sekali. Ini yang menjadi prioritas kami sebagai pelindung rakyat terutama generasi muda,” tegas AKP Herry Nurcahyo.

Menurut Herry, ada 15 orang bandar dan 9 orang kurir. Dari 24 tersangka berhasil diamankan berinisial S alias E, O, B, I, Sr, N, A, R, MT, G, K, C, V, KB, DA, Ad, AG, NP, FE, MS dan berikut barang bukti Sabu 69,42 gram, Ganja kering 187,97 gram, Tramadol 9. 656 butir dan Hexymer 13. 833 butir.

Baca Juga  Kabupaten Bekasi Punya Potensi di Sektor Perikanan

“Masing masing tersangka terancam dengan hukuman pasal 111 dan atau pasal 112 atau pasal 114 UU RI No 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman 4 tahun sampai dengan 20 tahun dan denda antara 800 juta sampai dengan 10 milyar rupiah,” pungkas Herry. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *