Diduga BLT DD Disalurkan Kepada Para Tim Sukses Aparatur Desa Dan Keluarga Aparat Desa

ACEH TIMUR | BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa merupakan salah satu program sosial untuk pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pandemi telah banyak menimbulkan dampak di beberapa aspek seperti aspek sosial, ekonomi, dan keuangan serta aspek kesehatan masyarakat.

Akan tetapi, pelaksanaan distribusi di lapangan di beberapa Desa masih terindikasi dugaan tidak tepat sasaran. Salah satunya adalah di Desa Gampong Keude Kecamatan Darul Aman IDI Cut Kabupaten Aceh Timur.

Salah seorang warga, AS (35), menyebutkan telah terjadi penyelewengan di Desa tersebut, pasalnya menurut AS penerima BLT bukan dari hasil musyawarah desa tapi Kepala Desa Sendiri yang menentukan penerima BLT DD dan ini menimbulkan dampak yang terindikasi tidak adil dan tidak tepat sasaran.

“Seharusnya musyawarah desa dilakukan sebelum penentuan penerima BLT. Ini malah musdes tidak pernah dilakukan,” ujar AS, Jum’at (6/5/2022).

Dia menambahkan, bahkan penerima BLT Dana Desa diberikan kepada para tim suksesnya, keluarga aparat desa dan orang yang mampu misalkan ada yang punya mobil, dan dia juga mengirimkan beberapa foto rumah yang menerima BLT tahun 2022 di desa Gampong keude Kec. Darul aman yang diduga penerimanya tidak tepat sasaran.

“Saya berharap kepada pihak terkait baik dari Kecamatan atau Kabupaten untuk mendata ulang KPM di desa kami, karena banyak sekali orang yang seharusnya berhak untuk mendapatkan malah tidak dapat,” harapnya.

Menurut keterangan Tuha Peut T. Muktar kepada awak media mengatakan musyawarah perangkat desa ada dilakukan di menasah penentuan pengurangan BLT DD dari 125 penerima manfaat ke 98 penerima manfaat tapi disaat pengurangan tahap kedua pengurangan dari 98 penerima manfaat ke 78 penerima manfaat beliau tidak dihadirkan dalam rapat namun diberitahu setelah rapat.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Kapolres Aceh Timur Cek Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan

Dan T. Muktar pernah menanyakan kepada Kepala Desa kenapa tidak dibuat Musdes, dan jawaban Kades adalah karena ditakutkan menimbulkan kegaduhan.

Sementara itu, saat awak media menghubungi Kades melalui chat whatsapp beliau mengatakan” Mengenai BLT, menurut saya sudah tepat sasaran. Dikarenakan kepala dusun yang mendata dan di musdesuskan, kalaupun ada anggapan kurang tepat dusun yang lebih tau karena didata oleh masing-masing dusun,” Tutup Kepala Desa Gampong Keude Darul Aman Idi Cut. (zain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *