Salah Satu Pejabat di Purwakarta Akan Laporkan Oknum LSM ke Polres Purwakarta

PURWAKARTA | Berhati-hatilah saat bertemu atau yang melalui chat whatsApp/telepon orang yang mengaku-ngaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) apalagi jika ujung-ujungnya meminta uang. Hal itu dialami oleh salah seorang pejabat di Purwakarta.

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H, salah seorang pejabat di Purwakarta yang enggan disebut namanya mendapatkan pesan chat whatsapp dari ketiga oknum LSM luar kota Purwakarta. Dari isi pesan tersebut oknum LSM meminta uang THR yang disertai dengan pengancaman terhadapnya, pada hari Rabu, (27/4/2022).

Dirinya merasa risih dan terintimidasi dengan adanya pesan yang dilayangkan sejumlah oknum LSM itu. Mereka kerap kirim pesan whatsapp, bukan saja kepada dirinya bahkan hampir ke semua pejabat eselon 3 dan 2 di Purwakarta mendapat chat dengan isi serupa.

“Saya heran dari luar wilayah Purwakarta kirim pesan melalui chat whatsapp kepada saya dengan tujuan awal baik tapi kelanjutannya kirim nomor rekening dan minta saya transfer uang hingga ada ancaman,” ucap salah seorang pejabat yang enggan disebut namanya.

Menurutnya, oknum LSM tersebut dari luar kota Purwakarta karena di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Purwakarta tidak ada nama LSM-LSM tersebut.

“Ketiga oknum itu berinisial (WW) mengaku sebagai Ketum, (PS) sebagai Sekjen dan (RH) sebagai Ketum juga. Dari ketiga oknum LSM itu berbeda Lembaga dan meminta saya untuk transfer uang THR untuk kebutuhan mudik dirinya jelang hari raya,” ucap salah satu pejabat dengan penuh keheranan.

Lebih lanjut dikatakan, ketiga oknum tersebut mengirimkan pesan whatsapp dengan tujuan yang sama yaitu meminta bantuan, “Ass..Wr..Wb..Salam Anti Korupsi. Saya dan keluarga mau mudik pulang kampung alias mudik ke batu Malang (Jatim) apabila ada tingkah laku dan tutur kata yang salah saya mohon maaf lahir dan batin. Apabila berkenan saya mohon dapat dibantu buat mudik yaaa. Terimakasih,” tulis isi pesan whatsapp dari oknum LSM tersebut.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2024, Dari 18 Partai Ada 6 Partai Yang Sudah Mendaftar Ke KPUD Purwakarta 

“Tidak hanya itu mereka melanjutkan kirim pesan nomor rekening dan nama bank, karena saya mengabaikan pesan tersebut, lantas oknum itu kirim lagi pesan bertuliskan “Wah ieu mah ngajak perang” dan ketika di telepon tidak sama sekali menjawab,” paparnya.

Dirinya merasa terintimidasi oleh isi pesan dari ketiga oknum tersebut, sehingga dirinya akan melaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Saya akan melaporkan kepada pihak kepolisian Polres Purwakarta karena di dalam isi pesan tersebut ada kata ancaman bagi saya,” tutup salah satu pejabat di Purwakarta, pada Kamis, (28/4/2022). (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *