Adzan Berkumandang Diiringi Suara Bising Knalpot Brong, Pihak Berwajib di Aceh Timur Harus Bertindak 

ACEH TIMUR | Provinsi paling ujung Indonesia bagian barat terkenal dengan penduduknya yang taat beragama, bahkan di provinsi tersebut banyak melahirkan ulama-ulama yang masyhur di masanya. 

Aceh dikenal dengan penduduk mayoritas muslim dengan adat istiadat dan syari’ah yang kental dan kuat, bahkan tidak sedikit pelanggar syariah dikenakan Hukuman cambuk di depan umum sebagai efek jera bagi pelanggar dengan harapan tidak ada pelanggar lainnya, hal tersebut dilakukan sesuai dengan hukum islam yang diterapkan di provinsi tersebut. 

Namun apa lah daya, seperti pepatah yang tidak asing di dengarkan, “Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya”, begitulah bunyinya. 

Bagaimana tidak, dulu dikenal dengan masyarakat yang taat beragama dan sekarang terkesan hilang oleh mereka sebagian oknum yang tidak menghiraukan. 

Pasalnya, terfokus di Kabupaten Aceh Timur, dalam hal ini masyarakat di Kecamatan Idi Rayeuk atau di pusat perkantoran pemerintah Kabupaten tersebut saat ini sangat dibuat resah oleh pengendara roda dua yang memasang knalpot racing/Brong yang menghasilkan suara bising begitu nyaring dengan sengaja di gembar – gembor lalu lalang di sepanjang jalan jalur dua Medan – Banda Aceh, tepatnya di kota Idi Rayeuk oleh si pengendara tersebut.

Ironisnya lagi, saat adzan berkumandang suara bising yang dihasilkan oleh knalpot brong tersebut semakin sering terdengar di gembar gembor lalu lalang di sepanjang jalan oleh si pengguna knalpot bising tersebut.

“Sudah sangat meresahkan, beberapa minggu ini pun sering terdengar saat adzan berkumandang dan saat orang – orang sedang melaksanakan shalat, biasanya pas sholat magrib dan isya”, Kata salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya saat berada di Titi Baro, Idi Rayeuk, Jum’at (01/04/2022).

Baca Juga  Muspika Kecamatan Ranto Peureulak Kunjungi Rumah Duka Korban Kebakaran Sumur Minyak dan Serahkan Bantuan

Ia juga menjelaskan, biasanya sering di gembar gembor di jalur dua di depan pusat perkantoran pemerintah kabupaten atau sepanjang jalan dua jalur kota Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Tidak sampai disitu saja, jalur dua tersebut kerap dijadikan tempat balapan liar oleh para remaja baik itu di Sore atau pun di malam hari. Ujar salah satu warga yang tidak mau namanya disebutkan.

Dari perihal tersebut, pihak berwajib pun di Kabupaten Aceh Timur belum mengambil tindakan tegas bahkan terkesan tidak serius mengatasi persoalan itu, pada hal persoalan tersebut sudah sangat mengganggu ketertiban umum apalagi sering terjadi saat orang – orang sedang melaksanakan ibadah shalat. Ujar warga sekitar, Khairul pada Sabtu (02/04/2022).

“jika ini terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi penghakiman masyarakat luas dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal hal yang tidak diinginkan, bila masyarakat luas sudah ikut melakukan penertiban terhadap si pengendara pengguna knalpot brong tersebut,” kata khairul. 

Khairul juga mengatakan, Pada hal suara bising knalpot brong tersebut kerap kali terdengar bahkan sering lalu lalang di depan pos pihak berwajib di Kabupaten itu. 

Ia dan Warga sekitar juga berharap agar pihak berwajib menindak tegas perihal tersebut yang sudah sangat mengganggu ketertiban umum di Kabupaten Aceh Timur, dikarenakan bila masyarakat sudah turun tangan, hal yang tidak diinginkan kemungkinan besar akan terjadi, apa lagi bila itu sudah berkaitan dengan akidah atau ibadah yang sedang terganggu oleh si pengendara pengguna knalpot Brong yang selalu lalu lalang dan sengaja di gembar – gembor di sepanjang jalan tersebut. (zain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *