Ragam  

SIDAK Warung Penjual Miras Jenis Ciu, Ketua DPRD Purwakarta Dukung Pembongkaran Warung Tanpa Izin

PURWAKARTA | Diduga Akibat Minuman Keras (miras) Jenis Ciu. Satu persatu pemuda di Purwakarta bertumbangan meninggal dunia.

Untuk memutus peredaran penjualan miras, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi yang sudah sangat geram dengan masalah ciu, melakukan “SIDAK”.

Dari hasil Sidak didapati ada warung di wilayah Cigangsa Desa Campakasari Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta yang kedapatan menjual miras jenis ciu.

Setelah memastikan warung-warung yang berada di cigangsa tidak memiliki, Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan pihak perhutani (warung berdiri diatas lahan perhutani), Dedi Mulyadi meminta agar warung-warung tersebut dibongkar.

Beberapa unsur pemerintahan dari mulai Pemerintah Daerah, Pemerintahan Kecamatan, Pemerintahan Desa, Satpol PP, Kepolisian Bhabinkamtibmas dan TNI Babinsa juga Perhutani melakukan pembongkaran.

Tidak terkecuali H Ahmad Sanusi, SM Ketua DPRD Purwakarta sang pemegang tongkat komando gedung putih turut hadir dalam eksekusi warung warung di sepanjang jalan Cigangsa itu.

Tidak tanggung-tanggung, dalam pembongkaran warung warung di atas lahan perhutani yang tidak kantongi izin itu dibongkar dengan menggunakan alat berat excavator.

Ditempat, H Ahmad Sanusi yang akrab di sapa Kang Amor mengatakan, dengan adanya sidak pembongkaran warung warung atau gudang yang memproduksi ciu seperti saat ini kita sangat dukung.

“Ada pembongkaran tanpa ada pemberitahuan ya ini kan namanya juga sidak. Kalau sidak kan ya begini, kalau ada pemberitahuan bukan sidak itu namanya,” tegas Kang Amor saat di lokasi kepada awak media. Selasa (22/03/2022).

Kenapa sampai dihancurkan seperti saat ini, kata Kang Amor, karena ada yang produksi ciu dan kedua ketika mereka di klarifikasi perizinannya tidak ada, “ini kan jelas secara ketentuan bisa jadi tindak pidana,” ucapnya.

Lebih lanjut Kang Amor menjelaskan, terkait untuk warung warung yang dibongkar ini tentu tidak akan ditelantarkan begitu saja.

Baca Juga  Divpropam Mabes Polri Gelar Gaktibplin di Pos Terpadu Polres Purwakarta

“Nanti akan koordinasi lagi dengan Pak Dedi sendiri mungkin dengan bupati juga menangani untuk realokasi pedagang pedagang barangkali ada solusi yang terbaik, karena bagaimanapun mereka adalah masyarakat kita yang harus diperhatikan,” terangnya.

Menurutnya, Adapun nanti kalau masyarakat mau berjualan lagi terpenting jangan berjualan miras dan prosedur harus ditempuh izinnya ke perhutani karena ini yang punya kewenangan adalah perhutani. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *