Ragam  

Ini Bukti Kontribusi Jasa Tirta II Untuk Ketahanan Pangan

PURWAKARTA | Berdasarkan Laporan Luas Panen dan Produksi Padi di Provinsi Jawa Barat 2021 Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat mencapai sekitar 9,11 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau mengalami kenaikan sekitar 96,80 ribu ton GKG (1,07 persen) dibandingkan Tahun 2020 yang sebesar 9,02 juta ton GKG.

Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2021 adalah Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Subang. Jasa Tirta II sebagai Badan Usaha Milik Negara yang mendapatkan penugasan pemerintah untuk mengairi areal pertanian turut andil dalam pencapaian produksi padi di Jawa Barat Bagian Utara.

Kenaikan produksi padi tahun 2021 di Jawa Barat tak lepas dari keberhasilan pengelolaan air irigasi oleh Jasa Tirta II untuk mengairi irigasi seluas 542.270 hektar di Jawa Barat secara gratis kepada para petani. Sumber air berasal dari Waduk Ir. H. Djuanda dan pembagiannya diatur melalui Bendung Curug Karawang ke Saluran Tarum Barat, Saluran Tarum Timur dan Saluran Tarum Utara. Areal irigasi di wilayah kerja Jasa Tirta II meliputi Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta dan sebagian Indramayu.

“Jasa Tirta II hadir dengan pengelolaan air yang baik sehingga kita bisa mendukung ketahanan pangan. Ini adalah keberhasilan bersama antara pengelola air dan masyarakat petani dalam mengoptimalkan air untuk pertanian,” ucap Direktur Operasi dan Pemeliharaan Jasa Tirta II Anton Mardiyono.

Kontribusi yang berkesinambungan terus dilakukan Jasa Tirta II untuk ketahanan pangan, dengan mengairi irigasi seluas 542.270 hektar, bila produksi rata rata padi 6 ton/ha/musim, maka Jasa Tirta II mendukung produksi padi sebanyak 3,25jt ton/tahun atau setara dengan nilai rupiah sebesar 17,57 triliun /tahun.

Tak hanya itu, untuk menjaga pasokan air irigasi, Jasa Tirta II senantiasa memelihara kehandalan sungai, waduk, bendung dan saluran dengan kegiatan operasi dan pemeliharaan seperti penanaman pohon, pengangkatan eceng gondok, pengangkatan lumpur, pembersihan saluran, babadan rumput, penanaman pohon, proyek biogas sebagai energi baru terbarukan EBT untuk mencegah pencemaran sungai dan lain-lain.

Baca Juga  Komitmen Pemkab Purwakarta Berantas Peredaran Rokok Ilegal

“Dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan sarana SDA dan mengoptimalkan fungsinya dengan baik maka diharapkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat melalui pertanian, air minum, perikanan, industri, dan listrik,”pungkas Direktur Operasi dan Pemeliharaan Jasa Tirta II Anton Mardiyono.

Selain untuk irigasi, Jasa Tirta II juga memasok sekitar 80 persen air baku air minum untuk ibu kota negara DKI Jakarta dan seluruh warganya juga sebagai sumber air minum untuk wilayah seperti Bogor, Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Purwakarta, dan Bandung Raya.

Kontribusi nyata lain adalah pembangkitan listrik tenaga air melalui PLTA Ir. H. Djuanda yang merupakan bagian dari sistem vital listrik nasional Jawa dan Bali. Sebagai bentuk pengelolaan SDA yang baik Jasa Tirta II juga meningkatkan nilai akan air melalui produksi air minum dalam kemasan.

“Pengelolaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana Sumber Daya Air menjadi bentuk komitmen kita untuk melindungi dan melestarikan Sumber Daya Air bagi ketahanan pangan dan energi nasional yang berkesinambungan ,” ujar Anton Mardiyono. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *