Ragam  

Ini Akibat Banyaknya Korban Miras Jenis Ciu, Sejumlah Warung Dibongkar

PURWAKARTA | Diduga Akibat Minuman Keras (miras) Jenis Ciu. Satu persatu pemuda di Purwakarta bertumbangan meninggal dunia.

Untuk memutus peredaran penjualan miras, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi yang sudah sangat geram dengan masalah ciu, melakukan penyisiran.

Dari hasil pantauan malam tadi, didapati ada warung di wilayah cigangsa yang kedapatan menjual miras jenis ciu.

Setelah memastikan warung-warung yang berada di cigangsa tidak memiliki, Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan pihak perhutani (warung berdiri diatas lahan perhutani), Dedi Mulyadi meminta agar warung-warung tersebut dibongkar.

Hari ini, beberapa unsur pemerintahan dari mulai Pemerintah Daerah, Pemerintahan Kecamatan, Pemerintahan Desa, Satpol PP, Kepolisian Bhabinkamtibmas dan TNI Babinsa juga Perhutani melakukan pembongkaran.

Tidak tanggung-tanggung, dalam pembongkaran kali ini menurunkan dua alat berat excavator untuk melakukan eksekusi terhadap warung-warung di lahan perhutani yang tidak kantongi izin.

“Kita nyatakan perang terhadap Miras, karena sudah banyak warga purwakarta yang menjadi korban akibat minum ciu,” kata Dedi Mulyadi, di lokasi tempat pembongkaran, Selasa (22/03/2022).

Selain itu, karena ini lahan perhutani, sehingga lahan yang ditempati ini perlu ditertibkan. Bila dibiarkan, kedepannya akan semakin banyak dan semakin sulit ditertibkan.

“Sudah ada 6 orang yang meninggal dunia, akibat ciu. 4 orang di wilayah Sukatani, 2 orang di wilayah Sukarata Cipaisan,” tambah Dedi Mulyadi.

Dedi meminta kepada aparat penegak hukum bertindak tegas, untuk melakukan penyelidikan hingga ke akar-akarnya. Agar di Purwakarta tidak ada lagi peredaran miras.

“Jangan hanya pedagangnya, saya harapkan aparat bertindak tegas, kemudian menelusuri produsen atau pembuat miras jenis ciu nya,” akhir Dedi Mulyadi.

Sementara itu, dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, setidaknya ada 25 warung di Cigangsa yang akan dibongkar dan diratakan menggunakan alat berat excavator. Akibat ke 25 warung tersebut tidak memiliki izin dari perhutani. (guh)

Baca Juga  BELA PURWAKARTA Merekomendasikan Jalan Dalem SHOLAWAT dan MUSEUM Syekh Baing Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *