Daerah  

Ada Pasar Tradisional di Depan Kantor Desa, Pemda Purwakarta Harus Benahi Pasar Tradisional

PURWAKARTA | Bagi siapa pun berjualan di pasar tradisional tentu diperbolehkan karena sudah ditempatkan dan sudah ada aturannya seperti yang tertuang pada (Perpres 112/2007) tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional.

Namun, tidak seperti di depan Kantor Desa Taringgul Tonggoh Kecamatan Wanayasa Kabupaten Purwakarta, yang sudah bertahun-tahun tidak ada penataan sehingga para pedagang membludak melebar hingga ke depan halaman Kantor Desa.

Hasil penelusuran awak media infopusaka.com pada Jumat 23 Desember 2021, terlihat para pedagang sayuran melebar hingga persis di depan kantor desa, sehingga jalan menuju kantor desa terhalangi oleh para pedagang dan tidak mengindahkan pemandangan sebagaimana halaman di kantor-kantor desa lain yang bersih dan nyaman.

Ketika hendak di konfirmasi kepala desa Taringgul Tonggoh Eep SM tidak ada di tempat hanya saja ada staf pegawai desa. Menurut Febrian selaku Kepala Seksi Desa mengatakan, bahwa para pedagang tersebut sudah tahunan berjualan di depan kantor desa.

“Dari tahun 70 an juga pasar tersebut sudah ada dan memang begini hingga kedepan kantor desa berjualannya,” jelas Febrian.

Kepala desa diduga tidak ada itikad pembenahan kepada para pedagang, padahal disamping sudah disediakan bangunan untuk berjualan.

Sebagaimana dilansir dari Kang Dedi Chanel soal kegiatan Dedi Mulyadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, akhir-akhir ini terlihat selalu membenahi pasar tradisional atau pedagang kaki lima di wilayah Purwakarta. Seperti dua bulan lalu membenahi pasar tradisional Leuwi Panjang, Pasar Plered dan juga Pasar Rebo yang sudah di tata semasa ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Foto dok. Pedagang berjualan di depan halaman kantor desa Taringgul Tonggoh Kecamatan Wanayasa, Purwakarta.

Menurut Agus Yasin, salah satu warga Kecamatan Wanayasa dan juga mantan anggota Dewan Komisi IV periode 2004-2009, membenarkan bahwa keadaan pasar tradisional di Taringgul Tonggoh kini tidak indah lagi dan terlihat semrawut.

Baca Juga  Putusan MA Ngendap 10 Tahun, Aliansi Kiansantang Akan Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Purwakarta

“Dulu tertata para pedagang di pasar taringgul tapi sekarang melebar hingga ke halaman persis depan kantor desa, sehingga jalan menuju kantor desa tidak mengindahkan pemandangan, tidak seperti di halaman kantor-kantor desa lain indah dan bersih,” jelasnya.

Agus Yasin, meminta Bupati Purwakarta turun tangan “jangan dibenahi oleh Dedi Mulyadi saja, sekali-kali Ambu Anne turun kelapangan melihat kondisi di bawah,” kata Agus Yasin sang mantan anggota DPRD Purwakarta, Sabtu (25/12/2021) malam.

Menurut Agus, ini soal kantor pelayanan masyarakat harus bersih dan indah tidak semrawut bercampur dengan para pedagang dan yang berbelanja ketika mau ke kantor desa, pungkasnya. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *