Diduga Oknum Pengawas THL Dinas PUPR Korupsi dan Merugikan Keuangan Negara Dengan Menahan Buku ATM Para THL

TANGERANG | Penyerapan tenaga kerja lokal adalah bentuk keseriusan Negara dalam mensejahterakan dan mengentaskan kemiskinan, namun ironisnya hal ini disalahgunakan oknum-oknum yang tidak bertanggung Jawab dalam menjalankan pengelolaan keuangan Negara.

Salah satunya para Pekerja Harian Lepas ( THL ) perawan kali cisandane yang berada di Kota Tangerang.

Menurut salah satu pekerja harian lepas ( THL ) Darus ( 43 ) kepada awak media. “Pada tahun 2018 di tawari pekerjaan di PUPR dengan persyaratan E-KTP, setelah itu saya disuruh membuka rekening atas nama sendiri kemudian diminta untuk menyerahkan kepada muhammad yulianto (anto) sebagai pengawas lapangan, lalu saya kasih Atm tersebut beserta buku tabungan dan berikut pin Atm. di hari yang sama buku dan atm beserta pinnya diminta sama Anto selaku pengawasan THL,” ucap Darus, Jumat (17/11/2021),

masih kata Darus “penyerahan itu semua di pintu air sepuluh jalan KS. Tubun Kota Tangerang. Setelah itu saya bekerja selama 20 hari dibayar per-harinya Rp.154.000 Rupiah sebagai tenaga harian lepas, dari 20 hari saya bekerja saya menerima upah sebesar Rp.3.080.000 dan bila saya bekerja selama 10 hari digaji sebesar Rp.1.540.000 tergantung masa kerja, setelah saya mengetahui mutasi rekening ke bank BJB transferan itu jauh berbeda, ada yang Rp.4.300.000 ada yang Rp.4.600.000″ terang Darus.

“Nah, saya merasa ada yang tidak beres dalam sistem gaji di dinas PUPR, jika keberatan, ya pasti saya keberatan dengan gaji segitu sedangkan transferan itu kan cukup lumayan besar bagi saya” ucapnya.

Muhammad Yuliyanto alias Anto sebagai pengawas lapangan terkadang melakukan Nepotisme dengan orang-orang terdekatnya bila hari Sabtu, ada beberapa disuruh masuk kerja tapi gak semua, ada beberapa orang libur dan ada pula yang kerja atau lembur, sedangkan jumlah pekerja yang ada di grup saya ada 20 orang dengan status yang sama, dengan gaji yang sama, dengan sarat yang sama. rekan-rekan yang lain pun mendapat perlakuan sama dengan Atm diambil beserta Pinnya dengan oknum yang sama, tapi ada beberapa orang Atmnya dipegang sendiri sisanya dipegang sama pengawas ( Anto ).

Baca Juga  Ketua DPRD Kota Bekasi Harap IWO Jadi Wadah Tingkatkan Kapasitas dan Integritas Wartawan

“Pada waktu itu saya pernah mempertanyakan tentang ATM saya dan buku rekening untuk apa dikumpulkan, Antok menjelaskan untuk Administrasi,” jelasnya.

“Bahkan dulu saya pernah mau pinjam Atmnya untuk keperluan pribadi karena ada yang mau transfer ke saya itu tidak bisa dipinjamkan meskipun untuk satu hari saja. Sedangkan Atm dan buku rekening beserta bpjs itu ditahan pengawas sudah tahunan mulai dari 2018 hingga 2021, yang membuat saya kaget. Atm buku rekening beserta bpjs baru hari ini di kembalikan pada 17/12/2021 hari jumat pukul 08.00 wib, yang mengembalikan Bapak Asri Saipul bahri alias (Apung) supir antar jemput pekerja dan yang menerima anak saya, dikarenakan saya tidak ada di rumah,” terang Darus.

Pembagian gaji pekerja mereka yang mengambil dan mereka membagikan dengan dimasukan kedalam amplop. misalkan 20 hari kerja namun penerimaan gaji sebulan full, tambah Darus.

“Saya ingin hak-hak saya dikeluarkan semua tentang BPJS saya yang telah di klaim/diambil,” pinta Darus

“Saya mewakili rekan kerja semua ingin dirapikan kembali walaupun Atm dan buku tabungan serta bpjs telah dikembalikan secara fisik namun hak hak saya secara materi
yang diambil oleh Oknum Dinas PUPR dari tahun 2018 hingga saat ini saya bekerja di Dinas PUPR sebagai THL Bina Marga perawatan seluruh jembatan yang ada di Kota Tangerang salah satu kali/sungai Cisadane untuk perawatan pengecatan, pembabatan rumput, Railing untuk pelaksanaan kerjanya tidak safety hanya pemakaian sepatu boot dan baju seragam,” ucap Darus.

“Mengenai bpjs, saya mau mempertanyakan juga dalam kurun waktu 3 tahun, saya selalu dipotong gaji untuk pembayaran bpjs ketenagakerjaan nah setelah beberapa bulan saya di kasih uang sebesar Rp.90.000 dengan alasan “ini uang bpjs kamu” dari tahun 2018 sampai 2021 dengan alasan gak masuk Emailnya atau apalah saya gak ngerti. Sebetulnya yang harus mengurus klaim-klaim itu saya bukan Anto, karena yang lama sudah tidak aktif karena sudah di klaim “Nah yang baru ini belum ada potongan jadi BPJS saya masih kosong,” terang Darus.

Baca Juga  Robi Taufiq Akbar Ditunjuk Plt Ketua IWO Jabar, Akan Bergerak Konsolidasi ke Setiap IWO Kabupaten/Kota

“Pertanyaan saya berapakah uang BPJS saya yang sebenarnya dan di kemana kan hak saya,” tutup Darus.

Setelah awak media meminta konfirmasi kepada Muhammad Yulianto untuk mencari kebenaran, ia pun menjelaskan kepada awak media melalui sambungan seluler.

“Buku rekening ATM dan BPJS para pekerja THL d di lingkungan Dinas PUPR Kota Tangerang diminta serahkan untuk Administrasi yang mana akan diserahkan ke BKSDM, sesuai dengan arahan. Jika buku rekening itu di butuhkan diminta pasti dikasih.” ucap Anto.

Lalu ditanya siapa kepala BKSDM, Anto menjelaskan “waduh saya tidak tahu, saya hanya dapat arahan dari BKSDM, tapi saya tidak tahu siapa kepala BKSDM,” jelas Anto.

Ditanya terkait gaji pekerja, sementara Buku Rekening, ATM beserta pin di tangan oknum pengawas (Anto), ia pun menjelaskan “pola gajih normal seperti biasa,” tutup Anto (red/dedy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *