Ragam  

Tolak UU Cipta Kerja Ratusan Buruh Aksi Turun Kejalan di Momentum Hari Pahlawan

PURWAKARTA | Dalam Momentum Hari Pahlawan ke-76, ratusan orang dari berbagai aliansi buruh lakukan aksi turun ke jalan menuju kantor Bupati Purwakarta, pada Rabu, (10/11/2021).

Menurut, Koordinator presidium aliansi buruh Purwakarta, Wahyu Hidayat, aksi kali ini merupakan aksi nasional menjelang putusan judicial review UU 11 tahun 2020 Cipta Kerja dan berlangsung setidaknya di 26 Provinsi, 150 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

“Aksi ini sebagai bentuk penegasan sikap buruh dan penolakan terhadap UU Cipta Kerja beserta turunannya. Terkhusus klaster ketenagakerjaan yang saat ini semakin menggerus kesejahteraan para buruh,” ucap Wahyu.

Ia menambahkan, saat ini gugatan terhadap UU Cipta Kerja sudah hampir putusan.

Namun, sambung Wahyu, pemerintah terus memaksakan agar UU Cipta Kerja dan turunannya dilaksanakan walau belum ada putusan inkrah Mahkamah Konstitusi dan hal itu sangat merugikan kaum buruh.

“Yang lucunya, di PP 36/2021, pengupahan buruh masuk atau menjadi bagian dari Program Strategis Nasional dengan penekanan adanya sanksi bagi tiap Kepala Daerah yang memutuskan upah buruh tidak sesuai dengan PP tersebut,” terangnya.

Meski begitu, lanjut Wahyu, di UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah diterangkan upah merupakan kewenangan Kepala Daerah.

Namun, kata dia, kenyataannya kewenangan kepala daerah itu diserobot pemerintah pusat dengan sanksi khusus, bahkan upah buruh menjadi urusan Kementerian Dalam Negeri.

“Hal inilah yang menyebabkan buruh pun melakukan aksi di depan kementerian Dalam Negeri pada tanggal 9 November 2021 kemarin,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, di PP 36/2021 menyoal besarnya disparitas upah antar sektor maupun upah antar wilayah. Dalam PP 36/2021 ditegaskan bahwa upah yang dianggap tinggi harus menunggu upah yang bawah sehingga besar kemungkinan beberapa daerah yang upahnya dianggap tinggi khususnya di Jawa Barat tidak akan mengalami penyesuaian/naik.

Baca Juga  Sejumlah Generasi Bertalenta Siap Memberikan Kado Spesial di Hari Jadi Kota Purwakarta

“Dalam aksi kali ini, kami mengusung 4 isu utama yakni, Naikkan UMK/UMSK 2022 sebesar 10%, Berlakukan UMSK 2021, Batalkan Omnibus Law – UU Cipta Kerja serta PKB Tanpa Omnibus Law,” tutur dia.

Wahyu mengingatkan bahwa daulat rakyat menghendaki agar penyelenggara negara dapat mensejahterakan rakyat bukan malah bahu membahu dengan oligarki untuk mengeksploitasi bangsa sendiri.

“Saat ini masih ada perusahaan yang membayar upah buruhnya di bawah UMK dengan jam kerja yang eksploitatif,” ungkap Wahyu. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *