Ragam  

Koperasi Mutiara R&R Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H Ajak Masyarakat Jangan Terlena

PURWAKARTA | Koperasi Mutiara R&R Peringati Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H, dan santunan anak yatim piatu, bertempat di kediamannya Kampung Bongas Rt. 05 RW. 02 Desa Cilandak Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta, Sabtu (6/11/2021) malam.

Maulid Nabi ini di meriahkan oleh Ust.H. Herman (Ki.Pana Jaya) pengisi ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri para tokoh Agama, para santri, anak yatim piatu dan jama’ah warga sekitar.

Dalam ungkapannya Direktur Utama Koperasi Mutiara R&R Ujang Hendrawan, dalam terselenggaranya acara ini mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

“Alhamdulillah kita bisa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, beliau yang memberikan contoh suri tauladan yang harus kita pedomani dan kita jalankan hingga akhir zaman” ucapnya disela-sela acara berlangsung.

Acara ini mengingat makna yang paling mendasar dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk mengevaluasi sejauh mana Uswatun Hasanah yang melekat pada diri Rasulullah dapat diteladani dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir sehingga tidak ada nabi setelahnya. Rasulullah adalah suri tauladan yang baik untuk umat manusia dan semoga kita nanti mendapatkan syafaat di hari akhir,” katanya.

Pendiri Koperasi Mutiara R&R Ujang Hendrawan menambahkan, kegiatan ini sebagai momentum peringatan kepada Nabi Muhammad Saw dan sebagai pengerat silaturahmi diantara warga sekitar.

“Semoga kita bisa mengambil hikmah dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan dapat mengimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga dapat memperkokoh keimanan kita kepada Allah SWT,” terangnya.

Ia pun mengatakan di zaman yang semakin maju dan modern ini janganlah sampai terlena.

Baca Juga  Ribuan Massa Berkumpul Penuhi Halaman Gedong Sigrong Purwakarta di Acara HUT GRIB Ke-1

“Mari sama-sama kita awasi anak cucu kita agar tidak salah dalam pergaulan. Mari sama-sama kita terus positif dalam mendidik mental spiritual masyarakat,” tutupnya.

Acara diakhiri dan dimeriahkan oleh adat budaya Kampung Bongas yaitu; Ruwat Bumi atau umumnya Sedekah, menyisihkan sebagian rezeki yang dibelikan peralatan dapur rumah tangga dan makanan lalu di gantung dan diambil secara rebutan oleh ratusan jamaah warga sekitar. (guh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *